Kamis, 18 Juni 2020

BLT DD TAHAP II DESA MAPPER KEC,PROPPO

Pemerintah Desa Mapper Menyalurkan BLT Dana Desa Tahap II

PEMDES_MAPPER;Pemerintah Desa Mapper Kecamatan  Proppo  pada Senin (15/06) telah menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap II. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Proppo berserta Kasi PMD,PD dan PLD serta Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat dan juga dihadiri BPD Langsung.

Adapun Keluarga Penerima Manfaat BLT DD Tahap II di Desa Mapper berjumlah 71 penerima, masing-masing penerima mendapatkan Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan yakni, dengan jumlah total sebesar Rp 42.600.000.

“Alhamdulillah semua proses telah terlewati sehingga pada hari ini dapat diserahkan BLT-DD Tahap II ke seluruh penerima Terang kepala Desa Mapper M.RIDWAN.

Camat Proppo , yang di wakili Oleh SEKCAM berkesempatan juga menyerahkan BLT DD menyampaikan harapannya agar dana BLT- DD ini dapat meringankan beban masyarakat terutama kebutuhan ekonomi beberapa bulan kedepan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa yang telah menyelesaikan tahapan dengan baik, sehingga BLT-DD Tahap II dapat cepat tersalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat.

Sementara itu Kasi PMD Kecamatan Proppo , pak AGUS panggilan akrabnya menjelaskan bahwa semua desa di Kecamatan Proppo pada dasarnya telah menyelesaikan tahapan pengajuan BLT DD, namun pada prosesnya pada hari ini Desa Mapper yang terlebih dahulu dapat menyelesaikan, dan melaksanakan pembagian langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat.

“Proses pengajuan BLT DD memang memerlukan kerja keras dari pemerintah desa, dimulai dari pendataan, selanjutnya melalui mekanisme Musdes Khusus, kemudian hasil musdes wajib diverifikasi oleh tim di kecamatan untuk menghindari terjadinya kesalahan data, serta double penerima dari PKH, BPNT dan BST. Hasil verifikasi selanjutnya berupa SK Penetapan Camat dan Desa segera membuat Peraturan Kepala Desa serta posting perubahan APBDes. Adapun proses pencairan jika Dana Desa Tahap II 15% masih mencukupi di rekening desa maka selanjutnya bulan Juni dapat segera dicairkan, namun jika tidak mencukupi maka menunggu Dana Desa 15% Tahap III transfer oleh Pemerintah Pusat,” AGUS.

“Harapan kami bagi Keluarga Penerima Manfaat di desa lain yang belum menerima dimohon bersabar, karena semua telah berproses dan akan menyusul untuk segera melaksanakan penyerahan BLT DD tersebut,” tambah AGUS kembali. (M2g)

Sabtu, 23 Mei 2020

BAGI-BAGI 1.500 MASKER (APD) PEMERINTAH DESA MAPPER

Jumat, 22 Mei 2020

BLT DANA DESA (DD)

Disah_MAPPER,Nama-nama lebih dulu disetujui lapangan yang ketat yang menggunakan kriteria yang sudah ditentukan oleh pemerintah.Sebanyak 71 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Mapper, Kecamatan Proppo, Kabupatrn Pamekasan, mulai menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah desa, sejak Rabu (20/5). Dana BLT yang diterima masing-masing KPM sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan (April) 2020, yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Pemerintah Desa Mapper,mengumpulkan seluruh penerima dana BLT di Posko Covid 19 Desa. Dalam pencairan ini,Pemerintah Desa mengundang satu per satu, untuk terima uang tunai sebesar Rp 600.000 untuk pencairan bulan April. Sementara pencairan Mei dan Juni akan dibahas lebih lanjut.

Untuk proses veifikasi lapangan, kami libatkan perangkat desa dan relawan desa, termasuk juga prajuru adat kami libatkan,” katannya. 
MUHAMMA RIDWAN (KADES) .Menjelaskan,verifikasi lapangan tersebut dibuat dengan ketat dengan menggunakan kriteria yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Nama-nama calon penerima juga dibahas mulai dari tingkat dusun hingga proses Musyawarah Desa (Musdes) dengan melibatkan semua tokoh adat dan tokoh masyarakat. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir komplikasi yang mungkin timbul dalam penyaluran BLT ini. “Kami yakin pencairan ini sangat transparan dan tepat sasaran. Meskipun ada riak-riak kecil, itu karena kurangnya pemahaman masyarakat. Mereka mengira seluruh masyarakat mendapatkan BLT dari Dana Desa, padahal di luar itu ada juga penerima PKH dan BPNT dan Bansos Lainya. Setelah kami dapat memahami, masyarakat relatif bisa menerima dan bisa memahami, ”terang MUHAMMAD RIDWAN.

Sementara itu Camat Proppo, Drs.SUTOWIJOYO,M.Si. Dengan Didampingi PD dan PLD juga disaksikan Oleh Danramil dan Kapolsek Proppo,yang hadir di lokasi penyerahan BLT memberikan apresiasi atas gerak cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Mapper , sehingga Pencairan BLT DD tersebut bisa cair sebelum lebaran. Camat Pak SUTO panggilan akrabnya menyebut, saat ini hampir semua desa di Kecamatan Proppo sudah melakukan Pencairan dan ada juga yang verifikasi lapangan untuk menilai kelayakan keluarga penerima BLT. (ref:Mamang.S)

Senin, 26 Maret 2018

Gemah Ripah Loh jinawi toto tentrem kerto raharjo

BD/SFL/FJ

Langger gejem;Ungkapan “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo“ merupakan suatu kalimat yang merupakan ungkapan untuk menggambarkan keadaan bumi pertiwi  indonesia. 

Gemah ripah loh jinawi berarti (kekayaan alam yang berlimpah) sedangkan  toto tentrem karto raharjo(keadaan yang tenteram). 

Namun semboyan di atas tidak lagi berlaku di negeri kita tercinta ini. Orang bilang tanah kita tanah surga seperti yang tersirat dalam lagu koes ploes yang berjudul kolam susu. kail dan jala cukup menghidupimu, ikan dan udang datang menghampiri dirimu. Namun keadaan tersebut berbeda 180 derajat dengan kehidupan masyarakat indonesia sekarang.

Sementara itu Normidian Budiyanto,S.Sos Salah satu Kepala Desa di Kec.Proppo Kab,Pamekasan Memaparkan,Demi terciptanya Desa Membangun Indonesia Kita sebagai Penyelenggara Pemerintah Desa yang merupakan bentuk miniatur Daerah/Kabupaten senantiasa menjadikan Desa kita ''toto tentrem karto raharjo" dengan memanfaatkan"gemah ripah loh jinawi" yang kita miliki demi terciptanya masyarakat yang makmur. Ungkapnya Kepada Disah Akaber(ADV/Kds.Proppo)

Jumat, 23 Maret 2018

Hidup itu Sederhana, Sederhana itu adalah Kehidupan"FEATURED"

                           Beben_Kades

Entah mengapa, hari ini setelah membaca-baca beberapa blog mengenai ‘living in a simple way,’ tiba-tiba timbul keinginan untuk menulis sesuatu mengenai ‘hidup sederhana.’ Dibalik kata ‘sederhana,’ sepertinya tersimpan makna tersembunyi yang mungkin terlewatkan oleh kita selama ini.

Ditilik dari arti kata tersebut maka, sesuai dengan judul blog ini yaitu ‘Hidup Itu Sederhana.’ maka saya akan mencoba untuk berbagi perenungan saya mengenai bawah memang ‘Hidup Itu Sederhana.’

Sepertinya memang benar adanya bahwa hidup itu ‘memang sederhana.’ Hal yang paling esensial yang membuat kita bisa menjalani kehidupan hingga saat ini adalah suatu hal yang juga sederhana, yaitu ‘nafas.’ Iya, nafas memang sederhana. Bahkan sangat sederhana dan saking sederhananya maka kita seringkali tidak mempedulikan nafas kita sendiri. Setiap saat kita bernafas, setiap saat pulalah kita hidup dari nafas. Setiap saat itu juga seringkali kita memiliki mentalitas ‘take it for granted’ terhadap nafas kita. Setiap saat itu jugalah kita ‘take it for granted’ terhadap segala sesuatu yang kita alami dalam kehidupan. Dan mentalitas ‘take it for granted’ lah yang seringkali membuat kita lupa untuk bersyukur terhadap apapun pengalaman kehidupan yang pernah kita jalani termasuk juga yang sedang kita jalani saat ini.

Sudahkah kita bersyukur hari ini?.(Kds/Proppo)

Sabtu, 03 Maret 2018

Victory has a thousand fathers, but defeat is an orphan ( kemenangan itu mempunyai seribu ayah, tetapi kekalahan adalah yatim piatu)”. – JFK

Perang_zamanNOW;Stock amunisi sangat diperlukan untuk memenangkan sebuah peperangan, semua orang sepakat bahwa orang yang mengabaikan hal ini adalah nekad ,hanya ingin kalah bahkan bisa jadi ada tujuan membunuh diri. Peperangan kemudian tidak hanya terjadi dalam situasi dan di medan perang. Terminologi perang dihijrahkan ke dalam situasi lain ,suatu keadaan yang sebenarnya aman ,secara fisik tidak melukai namun sedang sangat ingin memperebutkan sesuatu yang akan menjadi kebanggaan, kehormatan, prestasi kelompok, sehingga kata, aroma dan pernak pernik perang diimbuhkan dalam situasi tersebut agar memiliki daya dobrak, daya getar, agar terasa membara, hangat, berapi api ,mengalahkan ,menciutkan nyali, menghabisi (sebagaimana dalam peperangan ) serta orang orang yang terlibat di dalamnya menjadi all out sangat bersemangat bahkan sampai mengorbankan segalanya .

Sebagaimana dalam perang, karena ingin menang ,ingin selamat, tidak terbunuh maka segala cara dilakukan, bukan saja amunisi dalam artian sebenarnya digunakan (peluru senjata) namun segala hal yang bisa mematikan, membumihanguskan, melenyapkan seperti batu, kayu,api , racun, bahan bakar, dan sebagainya begitu pula orang sudah mulai berfikir untuk mentransfer strategi tersebut kepada peperangan yang “tidak sebenarnya” yang tengah terjadi. Kenapa peperangan ini yang bukan sebenarnya, karena perang yang pertama adalah saling menghilangkan nyawa dan biasanya orangnya tidak saling mengenal dan memang bermusuhan, namun yang kedua adalah situasi yang dikondisikan dalam sebuah kelompok atau masyarakat, mereka masih saling mengenal, sering saling berkunjung dan bahkan masih ada kaitan persaudaraan.

Apa yang ingin saya tulis adalah fenomena politik dalam segala setrata persaingan pilkadus, des, bup, gub dan den juga pemilihan dan persaingan selainnya di banyak medan ,arena ,instansi dan kepentingan. Kewajaran , keelokan, kemanusiawian (atau bahasa yang mendekatinya ) sudah mulai menjauh atau bahkan dianggap sudah tidak layak dipertahankan , apalagi moral, etika dan hati nurani.

Kalau menggunakan “jurus mabok” maka seorang petarung bisa mengasah setiap senjata secara rinci , detil ,dimana inci demi inci, jengkal demi jengkal, step demi step, lembar demi lembar, guna menaikkan elektabilitas diri dan “membumihanguskan lawan” atau “menewaskan” lawan .  

Zainullah(Presiden ARAOP)

Amunisi -amunisi politik seiring perjalanan terus bisa diupdate dan berubah disesuaikan dengan kondisi dan kepentingan dilapangan, sebagaimana kita bisa fahami dari beberapa film peperangan yang sering ditayangkan. Mulai dari siapa lawan kita?, siapa orang tuanya, siapa anak cucunya, dimana si lawan bekerja, apa pekerjaannya,anak anaknya sekolah dimana? Pekerjaannya menggunakan dana negarakah?,APBD ,APBN atau apa, sebelumnya dia bekerja dimana, dengan siapa saja di bekerja, adakah perempuan dilingkungan dia bekerja, berapa no HP nya? Telepon rumahnya brapa? Nomor anaknya,nomor istrinya? orang tuanya? Siapa istrinya, berapa istrinya ? Apa kebiasaannya? Suka berdandan ataukah tidak? Pendidikan istrinya apa? Dia langsing ataukah gendut ? hee…(semuanya bisa digoreng) kemudian apa kebiasaan lawan jam sekian sekian, kendaraannya apa? Roda dua atau empat ? cash ataukah credit? Dia suka minum kopi,teh atau apa? Anaknya baik atau nakal ? apakah anak,cucu, cicitnya punya kasus masa lalu?  Dan ribuan informasi dan isu lainnya selain uang dan dana yang bisa digoreng goreng yang kemudian berkamuflase menjadi  AMUNISI dan senjata sangat mematikan bagi lawan itu sendiri, inilah metamorfosis amunisi pada “peperangan” masa kini yang digunakan oleh pelaku dengan “jurus mabok” untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, Semua hal bahkan yang netral sekalipun bisa direduksi menjadi “amunisi politik” golongan dalam membangun hegemoni kekuasaan. Dengan membelokkan sedikit saja substansinya untuk memberi kesempatan menyuburkan dominasi kekuasaan sekelompok orang bukan demi kemaslahatan seluruh komponen masyarakat .zanullah/ZEN

Kamis, 04 Januari 2018

Kon Emba

Mamang Suryadi

Salam kerrong;  Ada satu tempat yang selama ini selalu membuat saya jatuh hati. Tempat itu adalah desa dan desa tempat tinggal kakek selalu mengesankan serta menenangkan untuk dikunjungi. Desa tempat tinggal kakek bernama Desa Proppo paling Utara , Dusun "Bennil" . Desa tersebut dapat dicapai kurang dari 20 menit perjalanan dari Kota Pamekasan. Suasana khas pedesaan dan kehidupan masyarakat yang kental dengan kearifan lokal cukup terasa di sini. Satu hal yang membuat jatuh hati adalah pemandangan dan bentang alamnya yang mempesona. Sederhana namun  indah.

Di desa ini banyak rumah penduduk yang menghadap langsung ke sawah dan ladang. Saat membuka pintu dan jendela rumah siapapun segera bisa menatap pemandangan indah yang telanjang tanpa halangan. Sebuah jalan desa yang tak terlalu lebar membelah sawah dan ladang. Saat cuaca cerah langit di atasnya terlihat sangat biru. Melihat komposisi sawah, ladang, jalan dan langit yang memayunginya, kita segera akan teringat pemandangan yang sering kita tiru saat pelajaran menggambar di waktu TK atau SD dulu.


Speda enkol

Suasana desa ini relatif tenang dan tak banyak kendaraan yang lalu lalang kecuali anak-anak yang mengayuh sepeda untuk pergi ke sekolah atau bermain sepulangnya. Penduduk menggunakan sepeda atau sepeda motor hanya untuk ke sawah dan menuju pasar di pagi hari. Oleh karena itu sepeda dan sepeda motor mereka lebih sering memboncengkan karung-karung berisi rumput, benih padi, atau bekal berladang. Di sawah sepeda atau sepeda motor itu diletakkan begitu saja di tepi jalan seolah tak khawatir akan hilang.(M2g)

Senin, 01 Januari 2018

MEKKASEN BUN BEREK "Jeu Knak"

Lora Fauzen

Sataretanan;Ranah politik membuat elite politik tidak dapat merasakan ketenangan bekerja di siang hari dan tidur nyenyak di malam hari. Bayangan kesuksesan meraih nikmat menjadi orang paling berkuasa mengatur jabatan, uang, dan proyek juga melahirkan hantu dalam wujud nyata yaitu lawan politik.

Kebenaran, kebersihan, dan kebaikan seorang politisi selalu dianggap sebaliknya oleh lawan politiknya. Banyak kesibukan yang menyita pikiran dan tenaga mulai dari melayani konstituen, menyenangkan hati tim sukses, hingga meluruskan isu-isu negatif.

Kompetisi politik tidak mengenal kata belas kasihan dan rasa sayang dalam bentuk apa pun. Hakekat di dalamnya dipenuhi kekejaman dan tipu daya, melihat dari perilaku politisi yang merekayasa segala sesuatu melalui media dengan kemasan tujuan politik tersebut.

Seperti itulah kondisi dunia politik saat ini yang dipenuhi orang-orang ambisius dan haus kekuasaan tanpa melihat dan berpikir tentang belas kasihan kecuali melihat lawan politiknya hancur tanpa tersisa.

Di kabupaten Pamekasan sudah mulai ada Desas desus isu politik pada pilkada serentak yang akan datang,dan sampai saat ini Sudah mulai banyak tokoh-tokoh baru yang bermunculan demi mendapatkan jatah menjadi tim sukses,dan sudah mulai nampak ke permukaan isu-isu politik yang tidak bermartabat dan seringkali memojok_kan salah satu calon.

Lain halnya dengan pernyataan Lora Fauzen, Lora muda ini Menyampaikan Kami Selaku pendukung "Kholifah" Selalu di ajarkan Politik yang Santun,cerdas dan harus mengutamakan kesopanan dalam menyampaikan pesan-pesan beliau ke masyarakat tanpa harus di Dramalisir dan tanpa Harus menyakiti Salah satu calon,itulah pesan beliau dari Pasangan KHOLIFAH.(Fauzen/Adv)

Minggu, 31 Desember 2017

Bingungah Abek (E_DISAH)

Alanduk Emengkang (Elman Duro)

Pajejjer,Saat ini , beberapa daerah/kabupaten , sedang berada dalam proses perjalanan sistem demokrasi berupa Pemilihan Kepala daerah secara serentak di tahun 2018 mendatang, yang menjadi bagian dari pelaksaaan UU No.8 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota serta UU Nomor 9/2015 tentang Pemerintahan Daerah.

Sudah menjadi rahasia umum, dalam proses pemilihan umum, seringkali kita menemukan ketidak jujuran, berbagai macam intrik dan pikiran licik dilakukan hanya untuk mendapatkan suara rakyat dalam pemilihan itu. Semua cara dihalalkan untuk mendapatkan kemenangan seperti kempanye hitam, penyuapan hingga sumbangan-sumbangan lainnya. Permasalahannya tidak hanya sampai disana, kita selalu menyaksikan dalam proses pemilihan selalu menimbulkan konflik ditingkat akar rumput antara pendukung masing masing calon kepala daerah .

Indikasi perangkat desa yang terlibat menjadi mesin politik beberapa calon kepala daerah , terutama bagi incumbent, secara diam-diam menjadi tim sukses atau tim pemenangan dengan dalih, memanfaatkan massa dari masyarakat desa yang sebelumnya menjadi basis suara pada saat pemilihan kepala desa, dengan kantong suara pasti dengan hitungan yang jelas . hal ini didasari dari proses yang berjalan sebelumnya , kata lainnya adalah  politik balas jasa.

Permasalahan yang terjadi dalam proses pilkada bisa kita pastikan akan membuat tatanan sosial di Desa akan goyah. Masyarakat Desa mulai terlibat dalam politik praktis dan pragmatis, berkompetisi dengan tidak sehat , saling mencurigai, bahkan saling bermusuhan. Dikarenakan bersebrangan dalam mendukung calon Kepala daerah yang menjadi dukungannya, rasa curiga mulai muncul dan rasa solidaritas pelan-pelan hilang dari lingkungan mereka.

Ciri khas yang dimiliki masyarakat Desa yang berupa kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama agak terganggu dengan rentetetan proses politik  yang terjadi.Belum lagi munculnya kekerasan dan intimidasi politik baik dari aparat desa maupun antar para pemilih membuat masyarakat semakin gamang dalam proses politik.

Dengan munculnya permasalah yang dihadapi seperti yang diatas, diperlukan adanya solusi dalam proses pendidikan politik masyarakat Desa. Diperlukan proses pengawasan yang ketat dari pihak terkait dalam menghilangkan budaya para calon Kepala Daerah yang “ mendadak Baik “ serta memberikan bantuan baik berupa matril dan formil yang diturunkan para calon kepala daerah di tingkat Desa yang ingin memenangkan Pilkada.

Guna menjamin terciptanya kesejahteraan masayarakat sebagai mana yang dicita-citakan, maka pendidikan politik mutlak diberikan. KPU Daerah, Panwas dan Bawaslu , mestinya tidak hanya intens pada proses teknis , hanya sekedar menangani kasus-kasus pelanggaran administrasi pemilu dan tindak pidana pemilu atau dengan kata lain sekedar “tukang pos” yang mengantar kasus ke kepolisian. melainkan memberikan pendidikan politik ke tingkat desa, sehingga proses bisa berjalan secara free, fair and competitive.(ElmanDuro/Adv)

Roma Disah

Tanian Lanjeng, adalah Permukiman tradisional Madura adalah suatu kumpulan rumah yang terdiri atas keluargakeluarga yang mengikatnya. Letaknya sangat berdekatan dengan lahan garapan, mata air atau sungai. Antara permukiman dengan lahan garapan hanya dibatasi tanaman hidup atau peninggian tanah yang disebut galengan atau tabun, sehingga masing-masing kelompok menjadi terpisah oleh lahan garapannya. Satu kelompok rumah terdiri atas 2 sampai 10 rumah, atau dihuni sepuluh keluarga yaitu keluarga batih yang terdiri dari orang tua, anak, cucu, cicit dan seterusnya. Jadi hubungan keluarga kandung merupakan ciri khas dari kelompok ini.

Susunan Pola Tanean Lanjhang.

        Susunan rumah disusun berdasarkan hierarki dalam keluarga. Barat-timur adalah arah yang menunjukan urutan tua muda. Sistem yang demikian mengakibatkan ikatan kekeluargaan menjadi sangat erat. Sedangkan hubungan antar kelompok sangat renggang karena letak permukiman yang menyebar dan terpisah. Ketergantungan keluarga tertentu pada lahan masing masing. Di ujung paling barat terletak langgar. Bagian utara merupakan kelompok rumah yang tersusun sesuai hierarki keluarga. Susunan barat-timur terletak rumah orang tua, anak-anak, cucucucu, dan cicit-cicit dari keturunan perempuan. Kelompok keluarga yang demikian yang disebut koren atau rumpun bambu. Istilah ini sangat cocok karena satu koren berarti satu keluarga inti.

Proses terbentuknya pola permukiman Tanean Lanjhang

        Terbentuknya permukiman tradisional Madura diawali dengan sebuah rumah induk yang disebut dengan tonghuh. Tonghuh adalah rumah cikal bakal atau leluhur suatu keluarga. Tonghuh dilengkapi dengan langgar, kandang, dan dapur. Apabila sebuah keluarga memiliki anak yang berumah tangga, khususnya anak perempuan, maka orang tua akan atau bahkan ada keharusan untuk membuatkan rumah bagi anak perempuan. Penempatan rumah untuk anak perempuan berada pada posisi di sebelah timurnya. Kelompok pemukiman yang demikian disebut pamengkang, demikian juga bila generasi berikutnya telah menempati maka akan terbentuk koren dan sampai tanean lanjang. Susunan demikian terus menerus berkembang dari masa ke masa.

           Apabila susunan ini terlalu panjang maka susunan berubah menjadi berhadapan. Urutan susunan rumah tetap dimulai dari ujung barat kemudian berakhir di ujung timur. Pertimbangan ini dikaitkan dengan terbatasnya lahan garapan, sehingga sebisa mungkin tidak mengurangi lahan garapan yang ada. Jadi, untuk melacak satu alur keturunan dapat dilacak melalui susunan penghuni rumahnya. Generasi terpanjang dapat dilihat sampai dengan 5 generasi yaitu di tanean lanjang. Posisi tonghuh selalu ada di ujung barat sesudah langgar. Langgar selalu berada di ujung barat sebagai akhiran masa bangunan yang ada. Susunan rumah tersebut selalu berorientasi utara-selatan. halaman di tengah inilah yang disebut tanean lanjhang.smb(wkp)

Politik Disah (MEMBANGUN)

SalangRejjeng;Desa dengan huruf “D” besar adalah entitas politik yang ribuan tahun berdialektika menjadi representasi komunitas masyarakat mandiri, yang di segi lain juga dilihat sebagai komunitas ekonomi serta komunitas sosiologis. Desa dalam tak sedikit faktor sudah memberi pondasi bagi karakter kebudayaaan masyarakat yang mewarisi dunia, bahkan yang paling maju sekalipun. Karena, Desa mempunyai otonomi orisinil yang tak diberikan oleh negara, namun sudah ada sepanjang sejarah perkembangan desa.

Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pe­merintahan, antara lain pengaturan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kewenangan desa, pembuatan peraturan desa, pem­bentukan lembaga kemasyarakatan, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMD), dan kerja sama antar desa, urusan pembangunan, antara lain pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan sarana prasarana fasilitas umum desa semacamnya, jalan desa, jembatan desa, pengairan desa, pasar desa, dan  urusan kemasyarakatan, yang meliputi pemberdayaan masya­rakat melewati pembinaan sosial budaya masyarakat, bidang kesehatan, pendidikan dan budaya adat istiadat yang Berbeda.

Di sisi Lain "Normedian Budiyanto S.Sos salah satu Kepala Desa di Kecamatan Proppo,Mengatakan dengan karakteristik sdm yg beda tp justru perbedaan itu mengarah kesatu titik kebersmaan dlm membangun desa yg saling keterkaitan.(M2g/Adv)

Sabtu, 30 Desember 2017

Arah Kebijan Desa

MUHAMMAD RIDWAN
Kepala Desa Mapper

PorosDesa,Sesuai dengan amanat UU No. 6/2014 tentang Desa, tujuan pembangunan desa adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, membangun potensi ekonomi lokal , serta pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pada periode tahun 2015-2019 pembangunan Desa diarahkan untuk penguatan Ekonomi desa dan masyarakatnya, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di Desa Kami (Mapper) untuk mendorong pengembangan Desa berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi serta mendorong keterkaitan desa dengankota. Kebijakan pembangunan perdesaan tahun 2015-2019.(M.RIDWAN)

Menggali Potensi Desa


LANGKAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA

Paradigma baru pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat DESA merupakan satuan terkecil wilayah dan masyarakat dari bangsa/negara yang menunjukkan keragaman Indonesia. Terbukti keragaman masyarakat sebagai kekuatan bagi tegak/eksistensi bangsa dan negara Republik Indonesia.

Wisata adalah kegiatan perjalanan/bepergian untuk bersenang-senang, menggunakan waktu luang untuk memulihkan kekuatan fisik dan spiritual, refreshing (penyegaran) dan kegiatan memperkaya, memperluas serta mengembangkan wawasan seseorang. Sebagai penggerak desa wisata adalah rakyat, rakyat sebagai penentu pokok. Rakyat yang mandiri dan berdikari tanpa investor. Rakyat harus berani tampil terdepan dan menghilangkan belenggu minder (rendah diri), malas, terbelakang dan berjiwa pelayan (budak).

Pada hakekatnya rakyat memiliki nilai-nilai budaya/tradisi yang luhur dan harta kekayaan yang tak ternilai yaitu : gotong royong, ramah, alam lingkungan yang indah, seni tradiri/budaya dll. Semua ini sebagai modal dan aset pariwisata.(M2g)

Desa_ku Hebat


Desa_ku,Setiap orang pasti punya kenangan maupun kebanggaan tersendiri terhadap tanah kelahirannya. Saya sendiri juga bangga akan kehebatan desa kelahiranku. Saya dilahirkan di sebuah desa yang terletak persis di paling Tengah kecamatan tepatnya Desa Mapper, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Lantas apa yang saya banggakan pada desa kelahiranku ini? okeh akan saya jabarkan semua kehebatan desaku.
Sumber Daya Manusia Terus Maju
Ya, manusia-manusia di desa Mapper terus mengalami peningkatan yang sungguh tajam. Ketika saya kecil masyarakat disini tidak tahu apa itu handphone, komputer, laptop, PDA, apalagi pulsa. Tapi seiring datangnya tahun milenium masyarakat disini mulai mengenal handphone dan pulsa, ini berkat ilmu yang dibagi oleh mereka-mereka yang merantau ke Jakarta maupun keluar negeri. Seriring seirama muncul kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi,, yah minimal SMA atau SMK. Anak-anak inilah yang membuat SDM di desa Mapper terus melaju kencang,, mereka tidak sungkan berbagi ilmu kepada tetangga, orang tua maupun orang yang dituakan. Akibatnya hampir semua masyarakat Mapper memiliki handphone, malahan ada yang sampai tiga. Sampai detik ini juga mereka sudah bisa mengoperasikan komputer, laptop, PDA, bahkan kakek-kakek pun punya facebook… wooow. Pertumbuhan ekonomi juga naik stagnan, bisnis pun berputar subur disini. Petani-petani pun punya teknologi dan ilmu tersendiri untuk meningkatkan hasil pertanian. Hingga saat ini Desa Mapper punya peranan sebagai penopang desa-desa disekitarnya seperti Pertambangan Batu, Nampan(geddeng) dsb.(M2g

SALEH

Keutamaan Silaturahmi Dalam Islam – Marilah kita menjadi hamba yang taat kepada Allah SWT, taqwa yang sebenar-benarnya taqwa menjaga hubungan baik dengan Allah SWT dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, Allah SWT mencintai hamba-Nya yang taat dan menjaga tali silaturahmi.

Menyambung silaturahmi merupakan suatu amal shaleh yang penuh berkah, memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya ia dicintai Allah SWT di manapun ia berada.

Menyambung silaturahmi adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT, serta petunjuk untuk hamba kepada Rabb-Nya supaya bertaqwa, supaya seorang hamba menyambung tali silaturahmi tatkala Allah SWT memerintahkan untuk menyambung hubungan silaturahmi

Peranan PKK terhadap Pembangunan Desa

MAPPER- Peran PKK dalam keberhasilan pembangunan sangat besar. Karena itu, TP PKK desa Mapper harus menunjukkan peran tersebut, sehingga tujuan dan cita-cita program pokok terlaksana dalam kehidupan masyarakat di Desa.
Istri kepala desa secara otomatis menjadi Ketua TP PKK desa. Dan Harus menunjukkan peran dalam mendukung program pemerintah sesuai dengan tupoksinya. Melalui kegiatan-kegiatanya, diharapkan manajemen pengelolaan administrasi dan keterampilan seluruh kader PKK mulai dari Tingkat Desa hingga Tingkat Dusun semakin meningkat ke depannya.
Sementara itu, Kepala Desa Mapper menegaskan, TP PKK desa bersinergi dan saling menguatkan dalam program pembangunan, untuk menciptakan Desa Mapper yang lebih baik, yang diawali dari Dusun masing-masing.
Untuk itu,  TP PKK, yang memiliki peran strategis dalam memajukan desa. “Laksanakan tugas dengan sepenuh hati, ikhlas serta tulus. Dengan begitu, apa yang kalian kerjakan pasti berhasil. Jadikan tugas itu suatu kebutuhan dan jangan dianggap sebagai beban,” pesan kepala Desa.
Selaku Ketua Dewan Pembina PKK, Kepala Desa juga mengucapkan terimakasih atas jerih payah Ketua TP PKK.
“Dalam kurun waktu enam tahun, TP PKK  sangat sukses menjalankan program-program PKK di Desa ini,” ucapnya.
Hadir pada kegiatan itu Ketua BPD Mamang Suryadi,S.Sos. Selaku Mitra Dari Pemerintah Desa Mapper (M2g)

Polisi dan TNI

Pak polisi dan TNI terlihat sangat akrab foto kiriman dari kepala Desa Banyubulu

BLT DD TAHAP II DESA MAPPER KEC,PROPPO

Pemerintah Desa Mapper Menyalurkan BLT Dana Desa Tahap II PEMDES_MAPPER; Pemerintah Desa Mapper Kecamatan  Proppo  pada Senin (1...